Apakah Indonesia Aman dari Ancaman Flu Burung?

Indonesia telah terdaftar sejak 2003 dan merupakan negara dengan jumlah korban terbanyak akibat wabah flu burung. Status keadaan luar biasa atau wabah flu burung sering ditentukan oleh pemerintah. Penyakit ini tidak bisa dianggap sepele karena dalam kasus penularan flu burung ke masyarakat di Indonesia, hampir 80 persen meninggal.

Virus flu ini cukup berbahaya dan menyebar dari unggas ke manusia melalui kontak langsung. Selain itu, virus ini dapat bermutasi dan menyebar dari orang ke orang. Hingga 2018, penyebaran flu burung masih ada di 68 negara dengan laporan insiden 5.000. Walaupun kasus ini belum lama ditangani, ia harus waspada sebagai warga negara Indonesia untuk virus H5N1 ini karena Indonesia sejak awal wabah ini menjadi negara dengan kasus flu burung terbanyak di mana jumlah terbesar orang orang mati.

Dapat dikatakan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya aman terhadap flu burung. Alasannya adalah bahwa banyak orang Indonesia masih memelihara ayam di halaman. Flu burung dapat kembali ke Indonesia jika populasi tidak menyadari kebersihan lingkungan. Terutama mereka yang masih hidup atau kontak dengan unggas.

Sebelum melakukan pencegahan, Anda harus terlebih dahulu memahami gejala pertama saat virus ini menginfeksi. Gejala utama flu burung muncul dengan cepat, termasuk suhu tinggi atau perasaan hangat atau gemetar, sakit otot, sakit kepala, dan batuk. Gejala awal lainnya, termasuk diare, sakit perut, sakit dada, perdarahan hidung dan gusi, dan konjungtivitis.

Ini adalah ikhtisar tentang kemungkinan wabah flu burung di Indonesia. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami masalah kesehatan sehari setelah kontak dengan unggas. Melakukan perawatan yang benar di rumah sakit dapat meminimalkan risiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *